Ini Loh Metode Pengerjaan Floor Hardener dan Berbagai Hal yang Harus diperhatikan

Floor Hardener berasal dari kata Floor yang mempunyai arti lantai dan Hardener yang artinya pengeras. Secara keseluruhan pengeras lantai merupakan pengerjaan kontruksi melapisi lantai beton yang masih basah dengan powder atau semen khusus pengeras lantai. Penggunaan pengeras lantai mempunyai fungsi sebagai pelindung lantai beton agar mempunyai daya tahan yang maksimal terhadap abrasi dan memperkuat lantai dari timpaan material dengan massa yang berat.

Metode Pengerjaan Floor Hardener

Pengeras lantai kini sudah banyak digunakan di gudang penyimpanan barang produksi, tempat parkir, lapangan olahraga dan yang paling utama pada pabrik. Penggunaan pengeras lantai pada lantai pabrik sangat sangat penting, mengingat pabrik merupakan tempat lalu lintas alat berat dan mesin industrial. Jika pabrik tidak menggunakan pengeras lantai maka lantai pabrik tidak memiliki daya tahan kuat, sehingga akan mudah rusak.

Metode Pengerjaan Floor Hardener

floor hardener terdapat dua macam jenis yang pertama yaitu metallic dan non metalic. Pengeras lantai non metalic adalah jenis yang banyak dipakai di Indonesia terutama dengan material silika. Sedangkan metalic jarang dipakai karena harganya relatif mahal dan materialnya sulit ditemukan. Tadi kita sudah mengetahui apa itu pengeras lantai dan juga fungsinya. Sekarang mari kita bahas mengenai bagaimana cara pengerjaannya dan apa saja yang harus diperhatikan ketika mengerjakan pengerasan lantai ini. Berikut informasinya untuk anda.

  • Penulangan pelat lantai beton

Penulangan pelat lantai beton

Hal pertama yang dilakukan dalam pengerjaa pengeras lantai yaitu buatlah pelat beton (kerangka besi) dengan ketebalan kurang lebih 15 cm pada permukaan lantai. Sebelumnya perlu diketahui penulangan pelat beton harus melalui proses perencanaan dan gambaran yang sesuai ukuran dan perhitungan yang matang.

  • Pengecoran beton

Pengecoran beton

Kemudian setelah pembuatan pelat selesai, beton dituangkan keatas pelat secara merata. Ratakan beton dengan alat pengeruk. Pastikan pengecoran pas dan tepat dengan takaran yang telah ditentukan.

  • Penaburan material Pengeras Lantai

Setelah proses pengecoran selesai dan sudah merata pada permukaan lantai, maka selanjutnya taburi semen atau bubuk khusus pengeras lantai diatas coran beton yang masih basah. Ukuran ketebalan pengeras lantai ini kurang lebih 2-3 mm. ketebalan tersebut tergantung banyaknya bubuk pengeras lantai yang ditaburkan. Kemudian tunggu sampai cor yang telah ditaburi pengeras lantai kering.

  • Pemerataan dengan mesin Trowel

Pemerataan dengan mesin Trowel 

Berikutnya yang dikerjakan setelah penaburan semen khusus pengeras lantai, dilakukan pemerataan dengan mesin baling-baling berputar yang disebut trowel . Selain untuk meratakan coran beton, trowel juga berfungsi untuk menghaluskan permukaan beton yang sudah diberi pengeras lantai. Proses pemerataan dengan mesin trowel ini harus sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan, sehingga dapat menghasilkan hasil yang maksimal.

  • Pengaplikasian curing

Lebih lanjut setelah pemerataan dengan trowel , dilakukan pengaplikasian curing compound diatas permukaan beton yang telah diberikan pengeras lantai. Hal tersebut bertujuan agar dapat terlindungi dari kelembapan suhu dan mengurangi terjadinya penguapan. Curing penting dilakukan karena berhubungan dengan perkembangan kekuatan dan daya tahan pengeras lantai. Kemudian tunggu kurang lebih sampai kurun waktu satu minggu, hingga lantai beton yang telah ditaburi pengeras lantai siap digunakan.

itu dia bagaimana metode dan apa saja yang perlu diperhatikan ketika memberikan pengeras lantai. Step-step pengerjaan floor hardener ini harus benar dan tidak boleh ada yang terlewat dari setiap langkahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *