Category Archives: Konstruksi

Mengenal Jenis-jenis Kansteen dan Harganya

Mengenal Jenis-jenis Kansteen dan Harganya

Kansteen merupakan bongkahan beton hasil pabrikasi yang digunakan sebagai pembatas area pejalan kaki dengan jalan, taman, atau wilayah lain yang tidak boleh dilewati para pejalan kaki. Beton pembatas ini dibuat agak tinggi pada satu sisi sebagai area pejalan kaki, sedangkan area di seberangnya merupakan area yang digunakan bukan untuk pejalan kaki. Pada sisi terluar trotoar biasanya dibangun kansteen dengan warna belang hitam-kuning sebagai pembatas wilayah jalan dengan area pejalan kaki.

Kansteen umumnya memiliki ukuran standar sesuai SNI dengan bentuk yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan fungsi kansteen tersebut dibangun. Jika pembatas berupa selasar di area taman atau tempat parkir, maka beton kansteen yang digunakan biasanya kansteen yang tegak di satu sisi dan landai di sisi seberangnya. Hal ini digunakan untuk mencegah pejalan kaki terssandung atau terantuk beton kansteen tersebut. Lain halnya jika pembatas berupa trotoar, maka beton kansteen yang digunakan harus tegak di kedua sisi untuk menghindari benturan pengguna jalan maupun pejalan kaki.

Jenis-jenis Kansteen

Meski tampak sederhana, pembuatan kansteen haruslah sesuai standar SNI baik bentuk maupun ukuran. Hal ini dilakukan agar ketika terjadi penyulaman pada kansteen yang rusak atau rumpang dapat diganti dengan kansteen lainnya dengan bentuk dan ukuran yang tepat tanpa harus menggati seluruhnya.

Mengenal Jenis-jenis Kansteen dan Harganya

1. Kansteen Tegak

Kansteen tegak umumnya banyak digunakan di wilayah yang umum dilalui kendaraan bermotor, seperti trotoar, tempat parkir, atau wilayah padat perkantoran. Kansteen tegak ini memiliki dua jenis yakni kansteen tegak dengan tambahan komponen di bagian alas (tipe L) dan kasteen tegak tanpa tambahan apapun yang kerap disebut kansteen DKI. Disebut kansteen tegak karena kedua sisi beton ini benar-benar tegak 90 derajat. Kedua jenis kansteen ini disertai beberapa kansteen yang berongga (inlet) di bagian bawah sebagai media jalan air menuju parit. Cara termudah mengenal kansteen ini adalah dengan melihat dinding pembatas trotoar yang memisahkan area pejalan kaki dengan jalan.

Mengenal Jenis-jenis Kansteen dan Harganya

2. Kansteen Landai (Kansteen Taman)

Disebut kansteen landai karena salah satu sisinya dipangkas landai dengan kemiringan 30 derajat. Beton kansteen ini disebut juga kansteen miring karena bentuk miringnya yang menyerupai dinding pada sungai atau dam. Bentuk miring yang dibuat pada beton ini bukan tanpa maksut, melainkan untuk menghindarkan para pejalan kaki agar tidak terantuk sudut beton. Hal ini disebabkan karena beton kansteen ini memang diperuntukkan pada pembatas di area taman atau selasar rumah sakit dan sekolah atau asrama. Seperti halnya kansteen bentuk tegak, beton kansteen ini juga memiliki inlet atau lubang tempat mengalirkan air menuju parit.

Mengenal Jenis-jenis Kansteen dan Harganya

3. Kansteen Peninggi (tipe S)

Kansteen peninggi ini umumnya digunakan di area yang memiliki taman di sisi jalan yang dibatasi oleh trotoar. Bentuk kansteen ini mirip dengan kasnteen landai dengan alas yang lebih tinggi dan dinding yang lebih rendah. Kansteen ini biasanya digunakan untuk membangun trotoar yang memisahkan jalan dengan taman di seberangnya.

Mengenal Jenis-jenis Kansteen dan Harganya

4. Kansteen Penghubung

Kansteen penghubung merupakan jenis beton kansteen yang digunakan sebagai penghubung antar-kansteen atau sebagai pengunci kansteen agar tetap pada tempatnya.

Harga Kansteen

Harga kansteen sesuai standar SNI umumnya bervariasi antara Rp 17 ribu untuk ukuran 40 x 20 x 10 cm hingga Rp 50 ribu dengan ukuran 60 x 30 x 18 cm per buah. Harga kansteen tipe S atau  peninggi mungkin yang paling tinggi dibanding harga kansteen lainnya di mana harga paling rendah berkisar Rp 35 ribu untuk ukuran 40 x 15 x 8 cm per buah.

Ini Loh Metode Pengerjaan Floor Hardener dan Berbagai Hal yang Harus diperhatikan

Floor Hardener berasal dari kata Floor yang mempunyai arti lantai dan Hardener yang artinya pengeras. Secara keseluruhan pengeras lantai merupakan pengerjaan kontruksi melapisi lantai beton yang masih basah dengan powder atau semen khusus pengeras lantai. Penggunaan pengeras lantai mempunyai fungsi sebagai pelindung lantai beton agar mempunyai daya tahan yang maksimal terhadap abrasi dan memperkuat lantai dari timpaan material dengan massa yang berat.

Metode Pengerjaan Floor Hardener

Pengeras lantai kini sudah banyak digunakan di gudang penyimpanan barang produksi, tempat parkir, lapangan olahraga dan yang paling utama pada pabrik. Penggunaan pengeras lantai pada lantai pabrik sangat sangat penting, mengingat pabrik merupakan tempat lalu lintas alat berat dan mesin industrial. Jika pabrik tidak menggunakan pengeras lantai maka lantai pabrik tidak memiliki daya tahan kuat, sehingga akan mudah rusak.

Metode Pengerjaan Floor Hardener

floor hardener terdapat dua macam jenis yang pertama yaitu metallic dan non metalic. Pengeras lantai non metalic adalah jenis yang banyak dipakai di Indonesia terutama dengan material silika. Sedangkan metalic jarang dipakai karena harganya relatif mahal dan materialnya sulit ditemukan. Tadi kita sudah mengetahui apa itu pengeras lantai dan juga fungsinya. Sekarang mari kita bahas mengenai bagaimana cara pengerjaannya dan apa saja yang harus diperhatikan ketika mengerjakan pengerasan lantai ini. Berikut informasinya untuk anda.

  • Penulangan pelat lantai beton

Penulangan pelat lantai beton

Hal pertama yang dilakukan dalam pengerjaa pengeras lantai yaitu buatlah pelat beton (kerangka besi) dengan ketebalan kurang lebih 15 cm pada permukaan lantai. Sebelumnya perlu diketahui penulangan pelat beton harus melalui proses perencanaan dan gambaran yang sesuai ukuran dan perhitungan yang matang.

  • Pengecoran beton

Pengecoran beton

Kemudian setelah pembuatan pelat selesai, beton dituangkan keatas pelat secara merata. Ratakan beton dengan alat pengeruk. Pastikan pengecoran pas dan tepat dengan takaran yang telah ditentukan.

  • Penaburan material Pengeras Lantai

Setelah proses pengecoran selesai dan sudah merata pada permukaan lantai, maka selanjutnya taburi semen atau bubuk khusus pengeras lantai diatas coran beton yang masih basah. Ukuran ketebalan pengeras lantai ini kurang lebih 2-3 mm. ketebalan tersebut tergantung banyaknya bubuk pengeras lantai yang ditaburkan. Kemudian tunggu sampai cor yang telah ditaburi pengeras lantai kering.

  • Pemerataan dengan mesin Trowel

Pemerataan dengan mesin Trowel 

Berikutnya yang dikerjakan setelah penaburan semen khusus pengeras lantai, dilakukan pemerataan dengan mesin baling-baling berputar yang disebut trowel . Selain untuk meratakan coran beton, trowel juga berfungsi untuk menghaluskan permukaan beton yang sudah diberi pengeras lantai. Proses pemerataan dengan mesin trowel ini harus sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan, sehingga dapat menghasilkan hasil yang maksimal.

  • Pengaplikasian curing

Lebih lanjut setelah pemerataan dengan trowel , dilakukan pengaplikasian curing compound diatas permukaan beton yang telah diberikan pengeras lantai. Hal tersebut bertujuan agar dapat terlindungi dari kelembapan suhu dan mengurangi terjadinya penguapan. Curing penting dilakukan karena berhubungan dengan perkembangan kekuatan dan daya tahan pengeras lantai. Kemudian tunggu kurang lebih sampai kurun waktu satu minggu, hingga lantai beton yang telah ditaburi pengeras lantai siap digunakan.

itu dia bagaimana metode dan apa saja yang perlu diperhatikan ketika memberikan pengeras lantai. Step-step pengerjaan floor hardener ini harus benar dan tidak boleh ada yang terlewat dari setiap langkahnya.